Rotasi atau pergeseran sektor favorit atau yg lebih dikenal sebagai sektor sexy di BEI bagi sebagian besar trader atau investor yg sudah malang melintang di dunia saham bukanlah suatu hal yg baru. Malah hal tersebut sudah pasti akan terjadi dan bahkan ditunggu-tunggu oleh trader dan investor untuk senantiasa menumbuhkan aset mereka. Karena inilah dinamika pasar saham, pasti akan ada sektor yg terpuruk dan akan ada sektor yang sexy yang akan dikerumuni para traders dan investors.
Sektor yang sexy itu bisa bertahan sebentar maupun lama, tergantung faktor kebijakan ekonomi Mikro dan Makro. Karena kebijakan ekonomi suatu negara powerful di regionalnya sangat berpengaruh terhadap pergerakan suatu sektor bahkan Index saham di regional itu sendiri bahkan pengaruhnya bisa sampai dunia. Ada yg lama sampai setahun lebih, ada yg menengah 6 bulanan, dan ada yg sebentar 3 bulanan. Karena tergantung perubahan kebijakan yg dilakukan oleh negara powerful.
Nah utk mulai Desember 2013 sampai Q1 2014 kira-kira sektor apa yang bakal jd sexy setelah sektor properti kemarin menjadi sektor yang banyak menjadikan trader dan investor kaya raya krn pegang saham property.
Coba kita runut satu per satu kebijakan-kebijakan ekonomi Mikro dan Makro yg sudah dilakukan dan mungkin akan dilakukan berdasarkan pandangan saya sebagai penulis dan pasti bisa saja berbeda menurut pandangan para pembaca blog ini :
- Data ekonomi AS yang semakin membaik, dimana pengangguran berkurang, Non Farm Payroll meningkat, kredit Consumer meningkat. Ini yang namanya Good News is a Bad News. Good news bagi negara, bad news bagi pasar saham. Kenapa Bad News, krn dengan membaiknya ekonomi AS maka The Fed akan mulai mengurangi stimulusnya yang kita kenal dengan TAPERING. Dengan pengurangan stimulus maka AS ngurangin cetak Dollar sehingga Dollar murah mulai berkurang, maka dollar makin dicari-cari dan dana di pasar saham mulai ditarikin untuk menjaga likuiditas Dollar. Selain itu dampaknya ke sektor perbankan dan peer nya tidak ada lagi gelontoran dana besar.
- BoJ (Bank of Japan) mengeluarkan stimulus untuk merangsang pertumbuhan ekonomi mereka agar nilai Yen tidak terus jatuh terhadap Dollar. Tetapi saya pikir sih untuk meningkatkan industri manufaktur mereka dimana saat ini mulai di salip oleh Cina dan Korea Selatan. Biasa gengsi lah orang Jepang kalau kalah dari Cina apalagi Korea Selatan secara Korsel dulu pernah mereka invasi gitu loh. Lihat saja brand Samsung sekarang lebih familiar dibandingkan Sony. Manufaktur pasti butuh energi apalagi kalau bukan coal dan tambang serta Crude Palm Oil.
- Cina akan menghentikan perlambatan ekonomi mereka, artinya mau akan kembali gencar menggempur dunia dengan produk-produk khas mereka yang terkenal murah tapi mirip persis dengan merk yang mahal. Maka perlu bahan baku energi spt coal, CPO, oil.
- BI rate yang kemungkinan besar masih akan naik sampai setinggi-tingginya kasarannya bisa mencapai 8,5%. Ini dilakukan pemerintah Indonesia utk menahan laju pelemahan Rupiah terhadap Dollar. Imbasnya sektor perbankan dan properti yang akan kena dampak negatifnya. Bank sulit menyalurkan kredit karena basis bunga tinggi, property kesulitan menjual rumah via KPR. Kredit macet bisa meningkat drastis akibat suku bunga naik. Jadi bagi pembaca yang masih punya KPR bisa jadi cenat cenut ntar kalau bunga KPR jadi tinggi hehehehehe. Tetapi bank bisa dapat dana besar dari nasabah yang menyimpan uangnya di deposito karena mengincar imbal rate bunga yang tinggi.
- Pelemahan berkelanjutan dari Rupiah terhadap Dollar yang bisa jadi sengaja dibiarkan oleh Pemerintah Indonesia. Banyak kepentingan di sini yang bermain seperti agar nilai ekspor Indonesia meningkat sehingga Balance Trade menjadi surplus, bisa juga untuk dana kampanye mengingat 2014 akan ada Pemilu sehingga pada saatnya simpanan Dollar dari pihak tertentu baru akan di lepas saat Rupiah terhadap Dollar menyentuh level tertentu. Kemungkinan sih bisa 15.000 rupiah per Dollarnya heheheheh fantastis ya. Nah kalo kecenderungannya untuk meningkatkan ekspor, ya apalagi kalo bukan sektor tambang dan energi yaitu coal, cpo dan oil yang bisa dimainkan. Seperti yang kita ketahui bahwa Balance Trade Indonesia bulan Nopember 2013 kemarin ga defisit lagi. Malah surplus diatas ekspektasi, dan IHSG seketika itu juga langsung naik sampai 1,5%, mungkin sekarang banyak yang teriak nyangkut kalo saat kenaikan kemarin belinya property, konstruksi dan banking hehehehehe.
Dari kelima data diatas, kalau saya ambil kesimpulan maka sektor yang sangat berpeluang menjadi the next primadona alias sektor sexy berikutnya adalah Mining dan Agri. Terutama sub sektor :
1. CPO2. Coal
3. Minyak (oil)
4. Logam
Keempat sub sektor itu yang akan menggantikan sektor property dan bank sebagai sektor sexy. Walaupun masih ada lah 1 - 2 saham di sektor property dan bank yang masih naik anomali dibandingkan teman temannya sesama sektor.
Jadi is it time to switch asset portfolio?
Tergantung anda sih hehehehe
Yang penting kita sama sama cari rejeki yang barokah di pasar saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar